Subscribe:
.

Labels

Footer Widget 3

Tampilkan postingan dengan label Wawasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wawasan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Februari 2012

Nama-nama Negara di dunia


----------------
BENUA ASIA
---------------
Asia Barat:   
    Afghanistan
    Arab Saudi
    Bahrain
    Irak
    Iran
    Israel
    Kuwait
    Lebanon
    Oman
    Palestina
    Qatar
    Siprus
    Suriah
    Turki
    Uni Emirat Arab
    Yaman
    Yordania

Asia Selatan :   
    Bangladesh
    Bhutan
    India
    Maladewa
    Nepal
    Pakistan
    Sri Lanka

Asia Tenggara :   
    Brunei Darussalam
    Filipina
    Indonesia
    Kampuchea
    Laos
    Malaysia
    Myanmar
    Singapura
    Thailand
    Timor Leste
    Vietnam

Asia Tengah:
    Armenia
    Azerbaijan
    Kazakhstan
    Kirgystan
    Tajikistan
    Turkmenistan
    Uzbekistan

Asia Timur:
    Jepang
    Korea Selatan
    Korea Utara
    Mongolia
    RRC
    Taiwan

----------------------
BENUA AMERIKA
---------------------
Amerika    Utara:
    Amerika Serikat
    Kanada

Amerika Tengah:
    Belize
    Dominika   
    El Savador
    Grenada
    Guatemala
    (kep.Karibia)   
    Haiti
    Honduras
    Kep. Bahama
    Kosta Rika
    Kuba
    Meksiko
    Nikaragua
    Panama
    Puerto Rico
    Rep. Dominika
    Saint Lucia
    St. Vincent & Grenadines
    Trinidad and Tobago

Amerika Selatan:
    Argentina
    Bolivia
    Brasil
    Cile
    Ekuador
    Guyana
    Guyana Prancis
    Paraguay
    Peru
    Suriname
    Uruguay
    Venezuela

--------------------
BENUA AFRIKA
--------------------

Afrika Barat   
    Benin
    Burkina Faso
    Gambia
    Ghana
    Guinea
    Guinea Bissau
    Liberia
    Mali
    Mauritania
    Nigeria
    Pantai Gading
    Senegal
    Sierra Leone
    Tanjung Verde
    Togo

--------------------
BENUA AFRIKA
--------------------
    Afrika Selatan
    Bostwana
    Lesotho
    Namibia
    Swaziland
    Zimbabwe

Afrika Timur:   
    Burundi
    Eritrea
    Ethiopia
    Djibouti
    Kenya
    Komoro
    Malagasi
    Malawi
    Mauritius
    Mozambik
    Rwanda
    Seychelles
    Somalia
    Tanzania
    Uganda

Afrika Tengah:
    Angola
    Gabon
    Kamerun
    Kongo
    Afrika Tengah
    Saotome & Principe
    Zaire
    Zambia

Afrika Utara:
    Aljazair
    Chad
    Libia
    Maroko
    Mesir
    Niger
    Sahara Barat
    Tunisia

-------------------
BENUA EROPA
------------------

Eropa Barat:
    Belanda
    Belgia
    Inggris
    Irlandia
    Jerman
    Luksemburg
    Prancis

Eropa Tengah:
    Austria
    Ceko
    Hungaria
    Polandia
    Slovakia
    Swiss

Eropa Selatan:
    Albania
    Andorra
    Bosnia
    Italia
    Kroasia
    Macedonia
    Monaco
    Portugal
    San Marino
    Slovenia
    Spanyol
    Vatikan
    Yunani

Eropa Timur:
    Belarusia
    Bulgaria
    Estonia
    Georgia
    Latvia
    Lithuania
    Moldova
    Rumania
    Rusia **)
    Ukraina

Eropa Utara:
    Denmark
    Finlandia
    Islandia
    Norwegia
    Swedia

-------------------------
BENUA AUSTRALIA
-------------------------
     New South Wales
    Victoria
    Queensland
    Australia Barat
    Australia Selatan
    Tasmania
    Wilayah Australia Utara
    Wilayah Ibukota Australia




------------------
Ref: berbagai Sumber

Senin, 23 Januari 2012

UU Lalu Lintas Terbaru, bro... 
Jangan Sampe Kena Tilang !

Mulai Januari 2010 ini, UU Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 akan efektif berlaku, menggantikan UU Nomor 14 Tahun 1992. Banyak peraturan baru yang harus dicermati jika tak mau disemprit ketika berkendara. Sebab, hingga saat ini tak sedikit yang tak mengetahui aturan-aturan baru yang diberlakukan UU ini. Sanksi pidana dan denda bagi para pelanggarnya pun tak main-main. Jika dibandingkan UU yang lama, UU Lalu Lintas yang baru menerapkan sanksi yang lebih berat. Berikut ini beberapa hal yang sebaiknya diketahui oleh para pengguna kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat/lebih:

• Kenakan Helm Standar Nasional Indonesia (SNI)
Jangan lagi kenakan helm batok. Gunakanlah helm SNI. Selain karena alasan keselamatan, menggunakan helm jenis ini sudah menjadi kewajiban seperti diatur dalam Pasal 57 Ayat (2) dan Pasal 106 Ayat (8). Sanksi bagi pelanggar aturan ini, pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (Pasal 291). Sanksi yang sama juga akan dikenakan bagi penumpang yang dibonceng dan tidak mengenakan helm SNI.

• Pastikan Perlengkapan Berkendara Komplet

Bagi para pengendara roda empat atau lebih, coba pastikan kelengkapan berkendara Anda. UU Lalu Lintas No 22 Tahun 2009, dalam Pasal 57 Ayat (3) mensyaratkan, perlengkapan sekurang-kurangnya adalah sabuk keselamatan, ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, helm, dan rompi pemantul cahaya bagi pengemudi kendaraan bermotor roda empat/lebih yang tak memiliki rumah-rumah dan perlengkapan P3K. Bagaimana jika tak dipenuhi? Sanksi yang diatur bagi pengendara yang menyalahi ketentuan ini akan dikenakan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000, seperti diatur dalam Pasal 278

• Tak Punya SIM? Denda Rp 1 Juta
Ketentuan yang satu ini mungkin harus menjadi perhatian lebih. Jika selama ini denda bagi pengendara yang tak punya SIM hanya sekitar Rp 20.000, UU Lalu Lintas yang baru tak mau memberikan toleransi bagi pengendara yang tak mengantongi lisensi berkendara. Sanksi pidana ataupun denda yang diterapkan tak lagi ringan. Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan dan tidak memiliki SIM, akan dipidana dengan pidana kurungan empat bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta (Pasal 281).

• Konsentrasi dalam Berkendara
Pasal 283 UU Lalu Lintas mengatur, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi, dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan kurungan atau denda paling banyak Rp 750.000

• Perhatikan Pejalan Kaki dan Pesepeda
Para pengendara, baik roda dua maupun roda empat/lebih, harus mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda. Bagi mereka yang tidak mengindahkan aturan Pasal 106 Ayat (2) ini, dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000

• Lengkapi kaca spion dan lain-lain
- Pengemudi sepeda motor
Diwajibkan memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban (diatur Pasal 106 Ayat (3)). Sanksi bagi pelanggarnya diatur Pasal 285 Ayat (1), dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

- Pengemudi roda empat/lebih
Bagi pengendara roda empat/lebih diwajibkan memenuhi persyaratan teknis yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu tanda batas dimensi badan kendaraan, lampu gandengan, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, kedalaman alur ban, kaca depan, spakbor, bumper, penggandengan, penempelan, dan penghapus kaca. Pasal 285 Ayat (2) mengatur, bagi pelanggarnya akan dikenai sanksi pidana paling lama dua bulan kurungan atau dendan paling banyak Rp 500.000.

• STNK, Jangan Lupa
Setiap bepergian, jangan lupa pastikan surat tanda nomor kendaraan bermotor sudah Anda bawa. Kalau kendaraan baru, jangan lupa membawa surat tanda coba kendaraan bermotor yang ditetapkan Polri. Jika Anda alpa membawanya, sanksi kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000 akan dikenakan bagi pelanggarnya (Pasal 288 Ayat (1)).

• SIM Harus yang Sah Ya…
Pasal 288 Ayat (2) mengatur, bagi setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak dapat menunjukkan SIM yang sah dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan dan/atau denda paling banyak Rp 250.000.

• Pengemudi atau Penumpang Tanpa Sabuk Pengaman, Sanksinya Sama
Ini harus jadi perhatian bagi pengemudi mobil dan penumpangnya. Jangan lupa mengenakan sabuk pengaman selama perjalanan Anda. Selain untuk keselamatan, juga untuk menghindari sanksi pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 seperti diatur dalam Pasal 289.

• Nyalakan Lampu Utama pada Malam Hari
Saat berkendara pada malam hari, pastikan lampu utama kendaraan Anda menyala dengan sempurna. Bagi pengendara yang mengemudikan kendaraannya tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari, dipindana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (Pasal 293).

• Wajib Nyalakan Lampu pada Siang Hari
Para pengendara motor yang berkendara pada siang hari diwajibkan menyalakan lampu utama. Sekarang, sudah bukan sosialisasi lagi. Bagi pelanggarnya akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 hari atau denda paling banyak Rp 100.000.

• Berbelok, Berbalik Arah, Jangan Lupa Lampu Isyarat!
Setiap pengendara yang akan membelok atau berbalik arah, diwajibkan memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan. Jika melanggar ketentuan ini, Pasal 284 mengatur sanksi kurungan paling banyak satu bulan atau denda Rp 250.000

• Jangan Sembarangan Pindah Jalur
Para pengemudi yang akan berpindah jalur atau bergerak ke samping, wajib mengamati situasi lalu lintas di depan, samping dan dibelakang kendaraan serta memberikan isyarat. Jika tertangkap melakukan pelanggaran, akan dikenai sanksi paling lama satu bulan kurungan atau denda Rp 250.000 (Pasal 295)

• Stop! Belok kiri tak boleh langsung
Ini salah satu peraturan baru dalam UU Lalu Lintas yang baru. Pasal 112 ayat (3) mengatur, pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok kiri. Bunyi pasal tersebut “Pada persimpangan jalan yang dilengkapi dengan alat pemberi isyarat lalu lintas, pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh rambu lalu lintas atau pemberi isyarat lalu lintas”.

• Balapan di Jalanan, Denda Rp 3 Juta!
Pengendara bermotor yang balapan di jalan akan dikenai pidana kurungan paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 3.000.000 (Pasal 297)

• Sesuaikan Jalur dengan Kecepatan
Ketentuan mengenai jalur atau lajur merupakan salah satu ketentuan baru yang dimasukkan dalam UU Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009, yang diatur dalam Pasal 108. Agar menjadi perhatian, selengkapnya bunyi pasal tersebut adalah
(1) Dalam berlalu lintas pengguna jalan harus menggunakan jalur jalan sebelah kiri
(2) Penggunaan jalur jalan sebelah kanan hanya dapat dilakukan jika
a. pengemudi bermaksud akan melewati kendaraan di depannya; atau
b. diperintahkan oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk digunakan sementara sebagai jalur kiri
(3) Sepeda motor, kendaraan bermotor yang kecepatannya lebih rendah, mobil barang, dan kendaraan tidak bermotor berada pada lajur kiri jalan.
(4) Penggunaan lajur sebelah kanan hanya diperuntukkan bahi kendaraan dengan kecepatan lebih tinggi, akan membelok kanan, mengubah arah atau mendahului kendaraan lain.

Aturan-aturan baru yang diterapkan di UU Lalu Lintas yang baru ini harus menjadi perhatian bagi para pengendara. Selain demi keselamatan, tentunya juga untuk menghindari merogoh kocek cukup dalam karena ditilang. Sanksi denda yang dikenakan lumayan besar jika dibandingkan dengan UU yang lama. 

Selamat berkendara dan moga sampai di tujuan...!!!






---
Ref: http://jasadh.wordpress.com/2010/01/11/

Rabu, 08 Juni 2011

Kumpulan Do'a Sehari-hari





الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي أَحْياَناَ بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

“Segala puji bagi Allah Yang membangunkan kami
setelah ditidurkan-Nya dan kepada-Nya kami
dibangkitkan”






اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ كَسَانِيْ هَذَا )الثَّوْبَ ( وَرَزَقَنِيْهِ مِن غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةٍ.

“Segala puji bagi Allah Yang telah memberikan
pakaian ini kepadaku sebagai rezeki dari-pada-Nya
tanpa daya dan kekuatan dari-ku.”




DO’A MASUK WC

)بِسْمِ الله(ِ اَللّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ.

“Dengan nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya
aku berlindung kepada-Mu dari godaan setan laki-laki
dan perempuan”



DO’A KELUAR DARI W.C

 غُفْرَانَكَ.
“Aku minta ampun kepada-Mu”.


BACAAN KETIKA KELUAR RUMAH


بِسْمِ اللهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ.

“Dengan nama Allah (aku keluar). Aku
bertawakkal kepada-Nya, dan tiada daya dan
kekuatan kecuali karena pertolongan Allah”.

اَللّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ، أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ، أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ، أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ، أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung
kepada-Mu, jangan sampai aku sesat atau disesatkan
(setan atau orang yang berwatak setan), berbuat
kesalahan atau disalahi, menganiaya atau dianiaya
(orang), dan berbuat bodoh atau dibodohi”



BACAAN APABILA MASUK RUMAH


 بِسْمِ اللهِ وَلَجْنَا، وَبِسْمِ اللهِ خَرَجْنَا، وَعَلَى رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا، ثُمَّ لِيُسَلِّمْ عَلَى أَھْلِهِ.

“Dengan nama Allah, kami masuk (ke rumah),
dengan nama Allah, kami keluar (darinya) dan kepada
Tuhan kami, kami bertawakkal”. Kemudian
mengucapkan salam kepada keluarga-nya.


Doa untuk kebahagiaan dunia dan akhirat

رَبَّنَااَتِنَافِى الدُّنْيَاحَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَاالنَّارِ

"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan
kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari
siksa neraka".

Doa untuk keselematan dalam agama

اَللّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَاكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ

"Ya Alloh, kami memohon keselamatan agama, dan kesejahteraan
badan, dan penambahan ilmu, berkat rizki
serta taubat sebelum mati, dan rahmat di waktu mati,
dan ampunan setelah mati.”



Doa mohon ketakwaan, kesehatan dan kekayaan harta dan hati

اَللّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

”Ya Allah ! Sesungguhnya aku memohon petunjuk, ketaqwaan, kesehatan dan kekayaan.”


Doa agar meninggal dalam keadaan khusnul khotimah


اَللّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِاْلاِسْلاَمِ وَاخْتِمْ لَنَا بِاْلاِيْمَانِ وَاخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ

"Ya Alloh, akhirilah hidup kami dengan islam, akhirilah
hidup kami dengan membawa iman, akhirilah hidup
kami dengan husnul khotimah”


Do’a Berlindung dari Bahaya Perbuatan Sendiri

اَللّهُمَّ إِنِّى اَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَاعَمِلْتُ وَمِنْ شَرِّ مَالَمْ اَعْمَلْ

Ya Allah! Aku berlindung kepadaMu dari bahaya pekerjaan yang telah aku kerjakan dan dari bahaya pekerjaan yang belum aku kerjakan

Do’a Agar Dapat Melunasi Hutang

اَللّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِني بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.

“Ya Allah, cukupilah aku dengan (rezeki)-Mu
yang halal (hingga aku terhindar) dari yang haram.
Kayakanlah aku dengan kenikmatan-Mu bukan dari selain-Mu“


اللھُم إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ.

 “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung
kepada-Mu dari keluh kesah dan kesedihan, dari
kelemahan dan kemalasan, dari sifat bakhil dan
penakut, dari cengkraman hutang dan laki-laki yang
menindas-(ku)“.


Cara Memohon Ampunan Orang Yang Melakukan dosa


 مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْباً فَيُحْسِنُ الطُّهُوْرَ، ثُمَّ يَقُوْمُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللهَ إِلاَّ غَفَرَ اللهُ لَهُ.
 "Setiap hamba yang melakukan perbuatan
dosa, kemudian dia bersuci, lalu shalat dua raka'at,
kemudian dia beristighfar, niscaya Allah mengampuni
dosanya"

Doa mohon perlindungan dari ilmu yang tidak
bermanfaat dan hati yang tidak khusyu’

اَللّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَيَنْفَعُ وَقَلْبٍ لاَيَخْشَعُ وَدُعَاءٍ لاَيُسْمَعُ وَنَفْسٍ لاَتَثْبَعُ

"Wahai Alloh, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang
tidak bermanfaat, dan hati yang tidak khusyuk, dan doa
yang tidak diterima, dan nafsu yang tidak kenyang (puas)”
Doa terbebas dari jeratan masalah

اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ وَاِلَيْكَ الْمُشْتَكَى وَاَنْتَ الْمُسْتَعَانُ

"Ya Alloh, segala puji bagi-Mu, kepada-Mu lah tempat
mengadu dan Engkau adalah Dzat Yang Maha Penolong”


Do’a Jika Terbangun Pada Malam Hari

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْوَاحِدُ القَهَّارُ، رَبُّ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الْعَزِيْزُ الْغَفَّارُ

“Tiada Tuhan yang berhak disembah selain
Allah, Yang Maha Esa, Yang Maha Perkasa, Tuhan
langit dan bumi dan di antara keduanya, yang Maha
Mulia lagi Maha Pengampun“.

Do’a Apabila Ada Yang Menakutkan Dalam Tidur

أََعُوْذُبِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ، وَشَرِّعِبَادِهِ، وَمِنْ ھَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنِِ

“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang
sempurna dari kemarahan, siksaan dan kejahatan
hamba-hamba-Nya dan dari godaan setan serta
jangan sampai setan mendatangiku”

Doa pembuka hati

رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ وَيَسِّرْلِي اَمْرِيْ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ

“Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah
pekerjaanku dan lancarkanlah lidahku, agar mereka faham
pembicaraanku


Doa mohon petunjuk


اَللّهُمَّ اَلْهِمْنِى رُشْدِيْ وَقِنِى شَرَّ نَفْسِى

"Wahai Alloh, berilah saya petunjuk dan peliharalah
saya dari kejahatan diri saya”

Doa Minta Kemuliaan Keluarga


رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah bagi kami istri-istri dan
keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah
kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa"
(QS. Al-Furqon : 74)

Do’a Setelah Berwudhu

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

“Aku bersaksi, bahwa tiada Tuhan yang haq
kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-
Nya. Aku bersaksi, bahwa Muhammad adalah hamba
dan utusan-Nya”

اَللّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ.

“Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang
yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orangorang
(yang senang) bersuci”

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ.

“Maha Suci Engkau, ya Allah, aku memuji
kepada-Mu. Aku bersaksi, bahwa tiada Tuhan yang
haq di sembah selain Engkau, aku minta ampun dan
bertaubat kepada-Mu”

Do’a Sholat Istikharah

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أََسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِك وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلََمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَْمْرِ -…….-ِ خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ،اَللَّهُمَّ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّهُ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ رَضِّنِيْ بِهِ
“Ya Allah, sesungguhnya aku minta pilihan yang
tepat kepada-Mu dengan ilmu pengetahuan-Mu, dan
aku mohon kekuasaan-Mu (untuk mengatasi
persoalanku) dengan ke-Maha Kuasaan-Mu. Aku
mohon kepada-Mu sesuatu dari anugerah-Mu yang
Maha Agung, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa,
sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang
aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha
Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah apabila Engkau
mengetahui bahwa urusan ini (disebutkan
masalahnya) lebih baik dalam agamaku, dan
akibatnya terhadap diriku di
dunia atau di akhirat maka  takdirkanlah untukku,
mudahkan-lah jalannya, kemudian berilah berkah.
Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa
persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama,
perekonomian dan akibatnya kepada diriku di dunia dan akhirat, maka singkirkanlah persoalan tersebut dan jauhkan aku
daripadanya, takdirkan kebaikan untukku dimana
saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaan-
Mu kepadaku “





Do’a Setelah Sholat Safar (akan bepergian)

Tatkala bangun dari duduk setelah sholat safar, maka bacalah do’a ini:

اَللّهُمَّ اِلَيْكَ تَوَجَّهْتُ وَبِكَ اِعْتَصََمْتُ اَللّهُمَّ اَكْفِنِي مَا اَهَمَّنِي وَمَا لَمْ اَهْتَمُّ بِهِ اَللّهُمَّ زَوِّدْنِي التَّقْوَى وَاغْفِرْلِي ذَنْبِي

“Ya Allah hanya kepadaMU lah aku menghadapkan wajahku dan hanya kepadaMU lah aku berpegang teguh (berlindung). Ya Allah cukupkanlah bagiku perkara yang menyusahkanku dan yang tidak menyusahkanku. Ya Allah bekalilah aku dengan ketaqwaan dan ampunilah dosaku.”


Do’a Musafir Kepada Orang Yang di Tinggalkan

أَسْتَوْدِعُكُمُ اللهَ الَّذِيْ لاَ تَضِيْعُ وَدَائِعُهُ

“Aku menitipkan kalian kepada Allah yang
tidak akan hilang titipan-Nya.”



Do’a bagi Orang Yang Akan Bepergian (Musafir)

أَسْتَوْدَعُ اللهَ لِدِيْنِك وَأَمَانَتِك وَخَوَاتِيْمِ عَمَلِك زَوَّدَك اللهُ التَّقْوَى وَغَفَرَذَنْبَك وَيَسَّرَلَك الْخَيْرَ حَيْثُ كُنْتَ

“Aku memasrahkan agamamu, kepercayaanmu dan kesudahan amalmu kepada Allah. Mudah-mudahan Allah membekalimu dengan ketaqwaan, mengampuni dosamu dan memudahkan kebaikan bagimu dimanapun kamu berada”

زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُ مَا كُنْتَ

“Semoga Allah memberi bekal taqwa
kepadamu, mengampuni dosamu dan memudahkan
kebaikan kepadamu di mana saja engkau berada.”

Do’a Naik Kendaraan


بِسْمِ اللهِ اَلْحَمْدُ لِلّهِ سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ، اَلْحَمْدُ ِللهِ اَلْحَمْدُ ِللهِ اَلْحَمْدُ ِللهِ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْلِي فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ

“Dengan menyebut nama Allah, segala puji bagi Allah, Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami. Segala puji bagi Allah (3 kali), Allah Maha Besar (3 kali), Maha Suci Engkau ya Allah. Sesungguhnya aku telah mendzalimi diriku sendiri maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa melainkan Engkau.”



Do’a Bepergian

اَللّهُمَّ إِنَّانَسْأَلُكَ فِيْ سَفَرِنَا هَذَاالْبِرَّوَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَاتُحِبُّ وَتَرْضَى، اَللّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا، وَاطْوِعَنَّا بُعْدَهُ. اَللّهُمََّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِيْ السَّفَرِوَالْخَلِيْفَةُ فِيْ الأَهْلِ وَالْمَالِ. اَللّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُبِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِوَكَآبَة ِالْمُنْقَلَبِ وَسُوْء ِالْمَنْظَرِفِيْ الأَهْلِ وَالْمَالِ وَالْوَلَدِ
Ya Allah! Sesungguhnya kami memohon kebaikan dan taqwa dalam bepergian ini, kami mohon perbuatan yang Engkau sukai dan Engkau ridhoi. Ya Allah! Permudahlah perjalanan kami ini, dan dekatkan jaraknya bagi kami. Ya Allah! Engkaulah teman dalam bepergian dan yang mengurusi keluarga dan harta (ku). Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, tempat kembali yang menyedihkan dan pemandangan yang jelek dalam keluarga, harta dan anak.



Do’a Apabila ada anggota rombongan musafir yang membawa anjing atau lonceng


اَللّهُمَّ اِِنِّى أَبْرَأُ اِلَيْكَ مِمَّا فَعَلَهُ هَؤُلآءِ فَلاَ تَحْرِمْنِى ثَمَرَةَ صُحْبَةِ مَلَكٍ

“Ya Allah sesungguhnya aku membebaskan diri kepada Mu dari perbuatan mereka, maka janganlah Engkau mengharamkanku dari ditemani malaikat”


Do’a memasuki desa atau kota

اَللّهُمَّ اِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ اَهْلِهَا وَخَيْرَمَا فِيْهَا،وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ اَهْلِهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا

Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan desa ini, kebaikan penduduknya dan apa yang ada di dalamnya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan desa ini, kejelekan penduduknya dan apa yang ada di dalamnya.


Do’a singgah disuatu tempat

اَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan makhluk-Nya.”



Do’a jika merasa takut akan sesuatu (orang atau lainnya)

اَللّهُمَّ اِنَّانَجْعَلُكَ فِيْ نُحُوْرِهِمْ وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ شُرُوْرِهِمْ

Ya Allah sesungguhnya kami menyerahkan leher mereka kepada (kekuasaan)-Mu dan kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan-kejahatan mereka

Do’a tertimpa kesusahan

لاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ

Tiada Tuhan melainkan Allah yang maha agung lagi maha pemurah, Tiada Tuhan melainkan Allah yang merajai ‘Arasy yang agung, Tiada tuhan melainkan Allah yang merajai langit, bumi dan ‘Arasy yang mulya

Atau membaca

يآحَيُّ يآ قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ

Ya Allah yang Hidup dan Maha Kuasa, aku memohon pertolongan dengan kasih sayang-Mu


Do’a kemalaman dalam perjalanan

يآاَرْضُ رَبِّي وَرَبُّكِ اللهُ ، اَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شَرِّكِ وَشَرِّمَا فِيْكِ وَشَرِّمَاخَلَقَ فِيْكِ وَشَرِّمَا يَدُبُّ عَلَيْكِ.اَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ اَسَدٍ وَاَسْوَدَ، وَالْحَيَّةِ وَالْعَقْرَبِ وَمِنْ سَاكِنَ الْبَلَدِ وَمِنْ وَالِدٍ وَمَاوَلَدَ

Hei bumi Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah, Aku berlindung kepada Allah dari kejelekanmu dan kejelekan barang yang ada didalammu dan kejelekan makhluq didalammu dan yang melata diatasmu. Aku berlindung kepada Allah dari harimau dan seseorang, dari ular, kalajengking, jin, iblis dan syetan.

Do’a naik kapal

بِسْمِ اللهِ مَجْريهَا وَمُرْسَاهَا إِنَّ رَبِّي لَغَفُوْرٌرَحِيْمٌ

Dengan menyebut nama Allah diwaktu berlayar dan berlabuh, sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

Doa Pulang Dari Bepergian

Bertakbir tiga kali, di atas tempat yang tinggi, kemudian membaca:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. آيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ سَاجِدُوْنَ. لِرَبِّنَا حَامِدُوْنَ. صَدَقَ اللهُ وَعْدَهُ. وَنَصَرَ عَبْدَهُ. وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ

Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allôh Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan pujaan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Kami kembali dengan bertaubat, beribadah dan memuji kepa-da Tuhan kami. Allôh telah menepati janjiNya, membela hambaNya (Muham-mad) dan mengalahkan golongan mu-suh dengan sendirian”.

Do’a Ketika Berbuka Puasa

 ذَھَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ.

“Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah
basah serta pahala akan tetap, insya Allah.”


 اَللّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَلِيْ.

“Ya Allah!, Sesungguhnya aku me-mohon
kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala
sesuatu, supaya memberi ampunan atasku.”

Do’a Apabila Berbuka di Rumah Orang Lain

 أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُوْنَ، وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ اْلأَبْرَارُ، وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ

“Semoga orang-orang yang berpuasa berbuka
di sisimu dan orang-orang yang baik makan
makananmu, serta malaikat mendo’akan.”
Do’a Orang Yang Berpuasa Apabila Diajak Makan


إِذَا دُعِيَ أَحَدُكُمْ فَلْيُجِبْ، فَإِنْ كَانَ صَائِمًا فَلْيُصَلِّ وَإِنْ كَانَ مُفْطِرًا فَلْيَطْعَمْ

“Apabila seseorang di antara kamu diundang
(makan) dipenuhilah. Apabila puasa, hendaklah
mendo’akan (orang yang mengundang). Apabila tidak
puasa, hendaklah ia makan.”


Ucapan Orang Yang Berpuasa Bila DiHina

 إِنِّيْ صَائِمٌ، إِنِّيْ صَائِمٌ
Sesungguhnya aku sedang berpuasa.
Sesungguhnya aku sedang berpuasa”.


Doa penjaga diri

اَللّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِى وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّةٍ اَنْتَ اَخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا اِنَّ رَبِّى عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ

“ Ya Allah, Saya berlindung kepada-Mu dari kejelekan
diri saya dan dari kejahatan tiap-tiap makhluk yang Engkau
adalah pengendalinya. Sesungguhnya Tuhanku
atas jalan yang lurus”

Do’a Memohon Keluarga Yang Mulia

رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا


"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah bagi kami istri-istri dan
keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah
kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa"
(QS. Al-Furqon : 74)



Do’a Ketika Ditimpa Kesedihan Yang Mendalam

لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ اْلأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ

“Tiada Tuhan yang berhak disembah selain
Allah, Yang Maha Agung dan Maha Lembut, Tiada
Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Tuhan
‘Arasy yang agung. Tiada Tuhan yang berhak
disembah selain Allah, Tuhan langit dan bumi dan
Tuhan ‘Arasy yang mulia”


اَللّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُوْ فَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِي كُلَّهُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ

 “Ya Allah, rahmat-Mu aku harapkan,
janganlah Engkau serahkan (segala urusanku) kepada
diriku walau sekejap mata, perbaikilah segala
urusanku, tiada Tuhan yang berhak disembah selain
Engkau
 لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ

“Tiada Tuhan yang berhak disembah selain
Allah, Maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah
termasuk orang-orang yang dzalim“


اَللهُ اَللهُ رَبِّي لاَ أُشْرِكُ بِهِ شَيْئاً
 “Allah, Allah adalah Tuhan-ku, aku sedikitpun
tidak menyekutukan-Nya”

Do’a Supaya Dimudahkan Urusannya

اَللّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

“Ya Allah, tidak ada yang mudah kecuali apa
yang Engkau mudahkan dan tidak ada yang sulit jika
Engkau menghendakinya kemudahan".


Do’a Untuk dibaca Pada Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

اَللّهُمَّ اِنَّكَ عَفُوًّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى


“Ya Allah , Sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Banyak Memberi Maaf dan Menyukai memberi maaf, maka Maafkanlah aku."


Do’a Mohon Pengampunan Dosa


اَللّهُمَّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى ظُلْمًا كَبِيْرًا وَلاَيَغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلاَّ أَنْتَ فَاغْفِرْلِى مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِى إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُالرَّحِيْمُ

"Ya Allah ! Sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri (bersalah) dengan aniaya (kesalahan) yang besar dan tiada yang mengampuni dosa selain Engkau, maka ampunilah dosaku dengan ampunan dari sisiMu dan berilah aku rahmat, karena sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”


اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى خَطِيْئَتِى وَجَهْلِى وَاِسْرَافِى فِى أَمْرِى وَمَاأَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى جِدِّى وَهَزْلِى وَخَطَئِ وَعَمْدِى وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِى اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى مَاقَدَّمْتُ وَمَاأَخَّرْتُ وَمَااَسْرَرْتُ وَمَاأَعْلَنْتُ وَمَاأَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Ya Allah ! Ampunilah kesalahanku, kebodohanku, kelewat batas dalam urusanku dan apa yang yang Engkau lebih tahu dari aku tentangnya. Ya Allah ! Ampunilah kesalahanku yang diperbuat dengan kesadaran, dengan cara bermain-main, kekhilafan dan perbuatan yang disengaja. Semua itu datang dariku. Ya Allah ! Ampunilah dosaku yang telah terdahulu dan yang kemudian, yang kurahasiakan dan kulahirkan dan yang Engkau lebih tahu dari aku tentang itu. Engkau yang mendahulukan dan Engkau yang mengakhirkan dan Engkau Berkuasa atas segala sesuatu.”



Do’a Sholat Tahajjud

اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ،  وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَنْتَ إِلَهِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
“Ya, Allah! Bagi-Mu segala puji,
Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. Bagi-
Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan
bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau
Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya.
Bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit dan
bumi serta seisi-nya. Bagi-Mu segala puji, Engkau
benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu
dengan-Mu benar, Surga adalah benar (ada), Neraka
adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah
benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dari-
Mu), peristiwa hari kiamat adalah benar. Ya Allah,
kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakal,
kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali
(bertaubat), dengan pertolongan-Mu aku berdebat
(kepada orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan
ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum. Oleh karena itu,
ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan
datang. Engkaulah yang mendahulukan dan
mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembah
kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada
Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau”.
Do’a Shalat Tahajjud diambil dari  Kumpulan Hadits Shahih Muslim
)Do’a pada waktu shalat malam)


اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ. وَلَكَ الْحَمْدُ. أَنْتَ قَيَّامُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ. وَلَكَ الْحَمْدُ. أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ. وَمَنْ فِيْهِنَّ. أَنْتَ الْحَقُّ. وَوَعْدُكَ الْحَقُّ. وَقَوْلُكَ الْحَقُّ. وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ. وَالْجَنَّةُ حَقٌّ. وَالنَّارُ حَقٌّ. وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ. وَبِكَ آمَنْتُ. وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ. وَبِكَ خَاصَمْتُ. وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِي. مَا قَدَّمْتُ وَأَخَّرْتُ. وَأَسْرَرْتُ وَأَعْلَنْتُ. أَنْتَ إِلَهِي لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ

Ya Allah, segala puji bagi-Mu. Engkau adalah cahaya langit dan bumi.
Segala puji bagi-Mu. Engkau adalah pemelihara langit dan bumi.
Segala puji bagi-Mu. Engkau adalah Tuhan langit dan bumi serta semua yang ada padanya. Engkau adalah yang hak, janji-Mu adalah hak, firman-Mu adalah hak, perjumpaan dengan-Mu adalah hak.
Surga adalah hak, neraka adalah hak, hari kiamat adalah hak.
Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri. Kepada-Mu aku beriman. Kepada-Mu aku bertawakal. Ke pangkuan-Mu aku pulang. Kepada-Mu aku mengadu. Dengan (nama) Mu aku memutuskan.
Maka ampunilah aku, ampunilah dosa-dosaku, baik yang telah lewat maupun yang akan datang, yang aku lakukan secara diam-diam maupun yang terang-terangan. Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau.



اَللّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُوْرًا، وَفِي سَمْعِي نُوْرًا، وَفِي بَصَرِي نُوْرًا، وَعَنْ يَمِيْنِي نُوْرًا، وَعَنْ شِمَالِي نُوْرًا، وَأَمَامِي نُوْرًا، وَخَلْفِي نُوْرًا، وَفَوْقِي نُوْرًا، وَتَحْتِي نُوْرًا، وَاجْعَلْنِي نُوْرًا

Ya Allah, nyalakan dalam hatiku suatu cahaya, pada pendengaranku suatu cahaya, pada pandanganku suatu cahaya, dari arah kananku suatu cahaya, dari arah kiriku suatu cahaya, di depanku suatu cahaya, di belakangku suatu cahaya, diatasku suatu cahaya, di bawahku suatu cahaya, dan jadikanlah aku cahaya






Do’a Mohon Perbaikan Agama, Dunia dan Akherat

اَللّهُمَّ اَصْلِحْ لِى دِيْنِى الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِى وَاَصْلِحْ لِى دُنْيَايَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشِى وَاَصْلِحْ لِى اَخِرَتِى الَّتِى فِيْهَا مَعَادِى وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلِّ شَرٍّ

"Ya Allah ! Perbaikilah agamaku yang menjadi pegangan segala urusanku. Perbaikilah duniaku yang disitu penghidupanku. Perbaikilah akhiratku yang disitu tempat kembaliku. Jadikanlah hidupku sebagai penambah segala kebaikan untukku dan Jadikanlah kematianku sebagai pemberhentian segala kejahatan.”


Do’a Sholat Dhuha

اَللّهُمَّ  اِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِى مَااَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
"Ya Allah, bahwasannya waktu dhuha adalah waktu  dhuhaMu
dan keagungan adalah keagunganMU,
dan keindahan  adalah keindahanMU,
dan kekuatan  adalah kekuatanMU,
dan kekuasaan adalah kekuasaanMU,
dan  perlindungan adalah  perlindunganMU,
Ya Allah, jika rizkiku ada di atas langit, maka turunkanlah,
jika ada di dalam bumi, maka keluarkanlah,
jika masih sukar, maka mudahkanlah,
jika (ternyata) haram, maka sucikanlah,
jika jauh, maka dekatkanlah,
dengan berkat waktu dhuhaMU, keagunganMU, keindahanMU, kekuatanMU dan kekuasaanMU,
limpahkanlah kepadaku segala yang telah Engkau limpahkan kepada
hamba-hambaMU yang sholeh.”

DO’A SEBELUM BERSETUBUH

 بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا


“Dengan Nama Allah, Ya Allah! Jauhkan kami
dari setan, dan jauhkan setan untuk mengganggu apa
yang Engkau rezekikan kepada kami.”


Do’a Supaya Memperoleh Cahaya Terang

اَللّهُمَّ اجْعَلْ فِى قَلْبِى نُوْرًا وَفِى لِسَانِى نُوْرًا وَاجْعَلْ فِى سَمْعِى نُوْرًا وَاجْعَلْ فِى بَصَرِى نُوْرًا وَاجْعَلْ مِنْ خَلْفِى نُوْرًا وَمِنْ اَمَامِى نُوْرًا وَمِنْ فَوْقِى نُوْرًا وَمِنْ تَحْتِى نُوْرًا اَللّهُمَّ اَعْطِنِى نُوْرًا

“Ya Allah ! Jadikanlah cahaya didalam hatiku dan di lidahku, jadikanlah cahaya dalam pendengaranku, jadikanlah cahaya dalam penglihatanku, jadikan cahaya dari belakangku , dari  hadapanku dari atasku dan dari bawahku! Ya Allah berilah aku cahaya!”

Do’a ini biasa dibaca Rasulullah SAW pada saat berangkat ke masjid pada waktu adzan shubuh setelah menjalankan sholat malam yang diakhiri witir



















Do’a Penawar Hati Yang Duka

اَللّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، اِبْنُ عَبْدِكَ، اِبْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ.
 “Ya Allah! Sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu (Adam) dan anak hamba perempuanMu (Hawa). Ubun-ubunku di tanganMu, keputusan-Mu berlaku padaku, qadhaMu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepadaMu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diriMu, yang Engkau turunkan dalam kitabMu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu atau yang Engkau khususkan untuk diriMu dalam ilmu ghaib di sisiMu, hendaknya Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku.”

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ.
“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.”

Do’a Ketika Tertimpa Musibah

إِنَّا ِللهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اَللَّهُمَّ أُجُرْنِيْ فِيْ مُصِيْبَتِيْ وَأخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا
“Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya kami akan kembali (di hari Kiamat). Ya Allah! Berilah pahala kepadaku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik (dari musibahku).”

Do’a memotong binatang qurban

Do’a menyembelih qurban milik sendiri

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ اَكْبَرْ. اَللهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَاِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّى

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Dengan menyebut nama Allah dan Allah Maha Besar. Ya Allah qurban ini adalah dariMu dan untukMu, maka terimalah qurban dariku.


Do’a menyembelih qurban milik orang lain

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ اَكْبَرْ. اَللهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَاِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنْ ......
(sebutkan nama orang yang qurban)


Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Dengan menyebut nama Allah dan Allah Maha Besar. Ya Allah qurban ini adalah dariMu dan untukMu, maka terimalah qurban dari…. ( sebutkan nama orang yang qurban)



Do'a Menjenguk Orang Sakit


أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِِيْمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِِيَكَ

Aku mohon kepada Allah yang Maha Mulia pemilik ‘Arasy Yang Agung, agar Dia menyembuhkanmu"



Do’a Nabi Ketika Mengobati Orang Yang Sedang Sakit

Sambil mengusap bagian yang sakit, bacalah

أَذْهِبِ الْبَأْسَ. رَبَّ النَّاسِ. وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي. لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ. شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Hilangkanlah penyakitnya, wahai Tuhan manusia! Berilah kesembuhan karena Engkaulah Penyembuh (segala penyakit). Tiada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit

Hadits tentang Nabi mengobati penyakit

عَنْ عَائِشَةَ. قَالَتْ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا مَرِضَ أَحَدٌ مِنْ أَهْلِهِ، نَفَثَ عَلَيْهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ. فَلَمَّا مَرِضَ مَرْضَهُ الَّذِي مَاتَ فِيْهِ، جَعَلْتُ أَنْفُثُ عَلَيْهِ وَأَمْسَحَهُ بِيَدِ نَفْسِهِ. ِلأَنَّهَا كَانَتْ أَعْظَمَ بَرَكَةً مِنْ يَدِي

Hadits riwayat Aisyah Radhiyallahu’anha, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam , Apabila ada salah seorang anggota keluarga beliau yang sakit, beliau meniupkan kepadanya dengan membacakan “muawwidzat” (Ayat-ayat Qur’an yang berisi permohonan perlindungan) (1). Ketika beliau menderita sakit yang menyebabkan beliau wafat, aku juga meniupkan kepada beliau dan mengusapkan dengan tangan beliau sendiri. Karena tangan beliau tentu lebih besar berkahnya daripada tanganku

(1)   Surat Alfalaq dan Annas





---------------------
lengkapnya bisa klik di: http://mromi.wordpress.com/
.